Jumat, 18 Juni 2010

SEPAK BOLA DAN KOSONG

Piala Dunia 2010 sudah digelar mulai hari Jumat, 11 Juni 2010 yang lalu. Pembukaannya dipusatkan di Stadion Soccer City, Johannesburg, Afrika Selatan. Penyelenggaraan Piala Dunia 2010 yang merupakan kegiatan olahraga di bidang sepak bola diikuti oleh 32 tim dari bebeberapa negara yang terbagi dalam delapan grup.

Bagi penggemar olahraga sepak bola Piala Dunia merupakan kegiatan yang sangat ditunggu-tunggu. Para penggemar sepak bola rela datang ke tempat pertandingan meskipun jarak domisili mereka sangat jauh dan biaya yang dikeluarkan tidak sedikit. Bagi mereka jarak dan biaya tampaknya tidak menjadi persoalan asalkan mereka dapat menyaksikan tim kesayangan mereka berlaga di lapangan. Sedangkan bagi penggemar sepak bola yang tidak bisa datang ke tempat pertandingan cukup puas menyaksikan pertandingan di televisi yang disiarkan secara langsung. Ada yang menonton di televisi yang ada di rumah, ada juga yang bergabung pada “acara nonton bareng Piala Dunia 2010” yang diselenggarakan oleh pihak-pihak tertentu. Mereka rela begadang sampai larut malam menyaksikan tim-tim yang sedang berlaga.

Begitu gemarnya orang-orang nonton permainan sepakbola, lalu apakah hakikatnya yang disajikan oleh sepakbola? Pada sepakbola selain menyajikan keindahan dan kepiawaian para pemain mengunjukkan potensi kreativitas di kaki, juga menyajikan hakikat manusia (baca: pemain) yang teguh, kukuh, mengejar kosong. Bola adalah benda berbentuk bulat. Pada bilangan, nol adalah berbentuk bulat. Nol adalah kosong. Jadi bola pada sepakbola hakikatnya merupakan bulatan kosong.

Para pemain sepakbola mengejar bola yang kosong, lalu mengoper atau mengumpan bola yang kosong kepada teman satu tim yang berada atau berusaha berada di tempat yang strategis yaitu tempat yang kosong. Pemain sepak bola berusaha berkelit dari kawalan pemain lawan untuk bisa menempati tempat yang kosong. Dari tempat yang kosong seorang pemain menggiring bola yang kosong berusaha mencari tempat yang kosong dan berupaya sekuat tenaga menembus kosong. Puncaknya, adalah sang pemain berkonsentrasi penuh memasukkan bola yang kosong ke bagian gawang yang kosong pula. Keberhasilan menyarangkan “kosong ke kosong” itulah yang dimaknai sebagai kemenangan nan cemerlang. Dan, apabila hal itu terjadi maka “meledaklah” sorak sorai kegembiraan dari tim yang mampu menembuskan bola kosong ke gawang yang kosong maupun dari penonton.

Begitulah hakikat yang disajikan oleh sepak bola. Keindahan, kepiawaian, dan keteguhan untuk mencari, mengejar, membidik, dan menembus kosong. Keindahan, kepiawaian dan keteguhan mencari, mengejar, membidik, dan menembus kosong itulah, bagi saya, memberikan ketertarikan dan kesenangan nonton permainan sepakbola.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar